Pakar Soroti Pentingnya Perlindungan Sosial bagi Pengemudi Ojek Online

Perkembangan layanan transportasi berbasis aplikasi telah membuka peluang pekerjaan bagi jutaan masyarakat di Indonesia. Namun di balik kemudahan layanan tersebut, para pengemudi ojek online masih menghadapi berbagai tantangan terkait kesejahteraan dan perlindungan kerja.

Sejumlah akademisi menilai bahwa para pekerja di sektor ekonomi digital, termasuk pengemudi ojek online, berada dalam kondisi yang rentan karena belum memiliki sistem perlindungan sosial yang memadai. Banyak pengemudi yang harus bekerja hingga 10–14 jam per hari untuk memperoleh pendapatan yang cukup.

Selain itu, status kemitraan yang diterapkan oleh perusahaan platform membuat sebagian pengemudi tidak memiliki kepastian mengenai hak-hak ketenagakerjaan seperti jaminan kesehatan, perlindungan kecelakaan kerja, maupun kepastian penghasilan.

Para pakar menyarankan agar pemerintah bersama perusahaan platform digital dapat merumuskan regulasi yang lebih jelas untuk melindungi para pekerja di sektor ini. Salah satu usulan yang muncul adalah kewajiban penyedia platform untuk memberikan akses jaminan sosial atau asuransi bagi para mitra pengemudi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih berkeadilan. Dengan adanya perlindungan yang memadai, para pengemudi dapat bekerja dengan lebih aman dan memiliki kepastian terhadap masa depan mereka.

Di sisi lain, solidaritas antar pengemudi yang selama ini terbentuk secara alami juga dianggap sebagai modal sosial yang kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan bersama. Dukungan kebijakan yang tepat diharapkan dapat memperkuat sektor transportasi berbasis aplikasi sebagai bagian penting dari perekonomian digital Indonesia.

Sumber laporan asli: Kompas

  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

Mahasiswa, Kritik, dan Kepedulian terhadap Masa Depan Bangsa

Jakarta, Juni 2026 – Pada Jumat, 12 Juni 2026,...

Film “Backrooms” Tembus Box Office, Horor Liminal yang Lagi Ramai Dibahas

Film Backrooms tengah menjadi salah satu judul yang paling...

Euforia Piala Dunia 2026 Tetap Membara Meski Tanpa Tim Garuda

Coba perhatikan obrolan di warung kopi, linimasa media sosial,...

ChatGPT vs Gemini vs Claude: Mana AI yang Paling Cocok untuk Kerja?

Dalam dua tahun terakhir, penggunaan Artificial Intelligence (AI) berkembang...

Siap Pangkas Kemacetan, Ini Rute dan Progres Pembangunan BRT Bandung Raya

Bandung, Juni 2026 – Kemacetan sudah lama menjadi bagian...

Topik

Mahasiswa, Kritik, dan Kepedulian terhadap Masa Depan Bangsa

Jakarta, Juni 2026 – Pada Jumat, 12 Juni 2026,...

Film “Backrooms” Tembus Box Office, Horor Liminal yang Lagi Ramai Dibahas

Film Backrooms tengah menjadi salah satu judul yang paling...

Euforia Piala Dunia 2026 Tetap Membara Meski Tanpa Tim Garuda

Coba perhatikan obrolan di warung kopi, linimasa media sosial,...

ChatGPT vs Gemini vs Claude: Mana AI yang Paling Cocok untuk Kerja?

Dalam dua tahun terakhir, penggunaan Artificial Intelligence (AI) berkembang...

Siap Pangkas Kemacetan, Ini Rute dan Progres Pembangunan BRT Bandung Raya

Bandung, Juni 2026 – Kemacetan sudah lama menjadi bagian...

Padel Naik Daun di Indonesia: Ketika Olahraga, Gaya Hidup, dan Kelas Sosial Bertemu

Padel kini menjadi tren olahraga yang melonjak di kalangan masyarakat urban Indonesia. Lebih dari sekadar aktivitas fisik, olahraga raket ini berkembang menjadi simbol gaya hidup, identitas sosial, dan ruang interaksi bagi kelas menengah. Dengan karakteristik yang mudah dipelajari dan format permainan ganda, padel menawarkan pengalaman sosial unik yang kini turut diramaikan oleh berbagai brand lokal.

Lebih dari Sekadar Olahraga: Tren Lari Half Marathon dan Strava di Kalangan Generasi Muda

Lari half marathon kini menjadi tren populer di kalangan generasi muda Indonesia karena tantangannya yang realistis bagi pelari rekreasional. Didukung oleh aplikasi Strava sebagai wadah dokumentasi dan komunitas yang solid, olahraga ini bertransformasi menjadi gaya hidup modern. Event besar seperti BTN Jakarta International Marathon mencerminkan pertumbuhan pesat ekosistem lari yang mengutamakan konsistensi serta pencapaian pribadi.

Lebih dari Sekadar Drama Sekolah, “Teach You a Lesson” Menyoroti Tekanan Sosial yang Nyata

Teach You a Lesson di Netflix menghadirkan perspektif mendalam tentang tekanan sosial di lingkungan sekolah. Melalui kisah tim khusus yang menangani konflik remaja, serial ini mengeksplorasi pencarian identitas, dampak media sosial, dan kerinduan akan keadilan. Narasi yang manusiawi menjadikannya refleksi penting tentang dinamika hubungan antarmanusia yang sangat relevan bagi penonton dari berbagai latar belakang generasi.

Artikel Terkait

Kategori Lainnya

spot_img