Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap adanya detail baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Salah satu temuan penting adalah sebuah botol yang diduga digunakan pelaku, yang sebelumnya belum disampaikan oleh pihak kepolisian.
Botol tersebut disebut berwarna ungu dan memiliki bentuk lebih tebal, mirip tumbler. Berdasarkan rekaman CCTV, benda itu terlihat dibuang oleh pelaku dari motor setelah aksi dilakukan.
Awalnya, botol tersebut tidak ditemukan saat olah tempat kejadian perkara oleh polisi. Namun, barang bukti itu akhirnya ditemukan oleh warga dan kemudian diserahkan ke pihak berwenang melalui TAUD.
TAUD menilai temuan ini penting karena bisa memperkuat penyelidikan, terutama jika dilakukan analisis forensik lebih lanjut. Mereka juga menyoroti bahwa informasi tersebut belum disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers kepolisian.
Peristiwa penyiraman sendiri terjadi pada malam hari setelah korban pulang dari sebuah kegiatan di Jakarta, dan diduga melibatkan beberapa pelaku yang sudah menunggu sebelumnya.
Sumber laporan asli: Suara





