Dalam investigasi lanjutan, TAUD juga mengungkap kemungkinan bahwa pelaku penyiraman ikut terkena cipratan air keras yang digunakan dalam serangan tersebut.
Dugaan ini muncul dari analisis rekaman CCTV. Terlihat bahwa setelah kejadian, pelaku sempat melepas dan membuang helm di sekitar lokasi. Hal ini dianggap tidak biasa, sehingga diduga helm tersebut terkena cairan berbahaya dan melukai pelaku sendiri.
Selain itu, pelaku juga terlihat mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, yang memperkuat dugaan bahwa ia berada dalam kondisi tidak nyaman atau terluka.
TAUD menilai informasi ini penting untuk ditelusuri lebih lanjut, termasuk kemungkinan pelaku mencari pengobatan secara diam-diam. Mereka juga mendorong aparat penegak hukum untuk lebih transparan dalam mengungkap seluruh temuan penyelidikan.
Dalam kasus ini, penyelidikan menunjukkan adanya lebih dari satu pelaku yang terlibat dan aksi tersebut diduga sudah direncanakan sebelumnya.
Sumber laporan asli: Suara





