Sebagai bagian dari peningkatan layanan publik, pengelola transportasi Transjakarta menghadirkan fasilitas musala di 69 halte yang tersebar di berbagai koridor. Penyediaan fasilitas ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi penumpang yang ingin menunaikan ibadah di sela perjalanan.
Fasilitas yang disediakan mencakup ruang salat yang bersih, tempat wudhu, serta penanda arah kiblat. Penempatan musala dilakukan di halte-halte dengan volume penumpang tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk adaptasi layanan transportasi publik terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam. Dengan fasilitas ibadah yang tersedia di area halte, penumpang tidak perlu khawatir tertinggal bus atau keluar dari area transportasi untuk mencari tempat salat.
Selain menghadirkan fasilitas ibadah, pihak pengelola juga terus melakukan pembenahan di berbagai aspek layanan, termasuk kebersihan, keamanan, dan kenyamanan ruang tunggu. Upaya tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan transportasi publik agar semakin inklusif dan ramah pengguna.
Sumber laporan asli: Kompas





