Sebuah studi menunjukkan bahwa dalam penyebaran informasi kesehatan di media sosial, khususnya soal vaksin, konten yang bersifat faktual dan jelas justru lebih dipercaya dibandingkan konten yang lucu atau menghibur.
Penelitian ini melibatkan ratusan responden yang aktif menggunakan media sosial. Hasilnya cukup menarik:
- Konten berbasis data dan penjelasan langsung lebih dipercaya
- Humor justru cenderung menurunkan tingkat kepercayaan
- Sumber informasi sangat berpengaruh terhadap penerimaan audiens
Konten yang berasal dari tenaga kesehatan atau institusi resmi dinilai lebih kredibel dibandingkan konten tanpa sumber jelas. Bahkan, sumber lokal seperti dinas kesehatan atau universitas bisa lebih dipercaya karena dianggap lebih dekat dengan masyarakat.
Selain itu, topik yang spesifik (misalnya vaksin COVID-19 atau flu) juga lebih menarik dibandingkan pesan yang terlalu umum. Visual seperti gambar atau video memang membantu, tetapi tidak terlalu menentukan dibanding isi dan sumber informasi.
Intinya, dalam komunikasi kesehatan, kepercayaan lebih penting daripada sekadar kreativitas atau viralitas.
Sumber laporan asli: IDN Times





