BANDUNG – Selama dua hari, 13–14 Juni 2026, Prabuwangi Park di Arcamanik, Bandung, bertransformasi menjadi episentrum budaya kustom Tanah Air. Ribuan pasang mata tertuju pada gelaran ke-13 BBQ Ride 2026, sebuah festival yang kini bukan lagi sekadar pameran otomotif, melainkan sebuah perayaan persaudaraan yang membumi.
Mengusung tema “Field and Fleet“, BBQ Ride tahun ini mendobrak tradisi lama. Alih-alih berada di ruang tertutup, penyelenggara memilih hamparan ruang terbuka hijau yang luas. Filosofinya sederhana namun mendalam: “Field” melambangkan ruang terbuka tanpa sekat bagi manusia untuk berkumpul, sementara “Fleet” adalah representasi dari kendaraan dan perjalanan yang menyatukan mereka ke satu titik temu.
Lebih dari Sekadar Pameran
Sejak gerbang dibuka, antusiasme pengunjung tampak nyata. Sebanyak 19 ribu orang memadati lokasi, mulai dari komunitas lokal hingga tamu mancanegara dari Jepang, Thailand, Amerika Serikat, hingga China.
Di antara deretan motor kustom yang berkilau di bawah sinar matahari, suasana terasa sangat cair. Tidak ada jarak kaku antara builder profesional dan penggemar pemula. Area Dig In Van In Van Exhibition menjadi daya tarik tersendiri, menampilkan van-van unik yang dikustomisasi secara ekstrem, bersanding dengan area

Howlin Two Strokes bagi pecinta motor 2-tak yang memekakkan telinga namun memanjakan mata.

“BBQ Ride selalu punya cara untuk bikin kami merasa di rumah. Bukan soal seberapa mahal modifikasi motor kita, tapi soal cerita di balik setiap perjalanan yang membawa kita sampai ke Bandung hari ini” ujar Rian, salah satu peserta yang datang menempuh perjalanan darat dari Jawa Tengah.
Kehadiran pelaku kustom kultur dunia seperti Satoshi dari Fonk Motorcycle (Jepang) dan Elliot Dapre dari Le Hangar 23 (Amerika Serikat) menambah bobot acara ini. Mereka tidak hanya memamerkan karya, tetapi terlihat berbaur, berdiskusi teknis, hingga bertukar ide di pinggiran booth komunitas.

Chandra Perdana Murti, penggagas BBQ Ride, menegaskan bahwa perubahan konsep ke ruang terbuka adalah langkah untuk memperkuat identitas acara. “Untuk pertama kalinya BBQ Ride hadir dengan konsep ruang terbuka hijau. Ini memberikan suasana yang lebih luas, nyaman, dan yang paling penting, tidak ada sekat antar komunitas maupun latar belakang pengunjung,” ungkapnya.
Dampak Nyata bagi Ekosistem

Tak hanya menjadi ajang pamer karya, BBQ Ride 2026 juga menjadi penggerak ekonomi kreatif. Booth dari berbagai industri pendukung, seperti pelumas dan merchandise, dipadati pengunjung hingga memecahkan rekor transaksi.
“Bandung memiliki ekosistem otomotif yang sangat kuat.
Gelaran ini ditutup dengan meriah oleh penampilan musisi lintas genre, dari Burgerkill hingga IWA.K, yang membakar semangat para pengunjung di tengah udara sore Bandung yang sejuk. BBQ Ride 2026 pun berhasil membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, budaya kustom tetap hidup dan relevan, selama masih ada ruang bagi manusia untuk saling menyapa dan berbagi perjalanan di atas roda.
Apakah kamu memiliki pengalaman berkesan saat mengunjungi BBQ Ride tahun ini atau mungkin sudah merencanakan destinasi perjalanan kustom berikutnya?
CATATAN REDAKSI
Artikel ini disusun berdasarkan liputan langsung di lokasi acara BBQ Ride 2026 yang digelar pada 13–14 Juni 2026 di Prabuwangi Park, Arcamanik, Bandung. Seluruh kutipan yang termuat merupakan pernyataan yang diperoleh langsung dari narasumber di lokasi. Seluruh foto yang mengiringi artikel ini merupakan dokumentasi pribadi penulis, diambil langsung selama berlangsungnya acara.
- 0
- 0
- 0
- 0






